pengrajin grabah

41 ORANG PENGRAJIN GRABAH WANOGARAKULON BELAJAR KE KASONGAN BANTUL DIY Print E-mail
Friday, 02 May 2008
Purbalingga. Perajin Gerabah di Desa Wanogara Kulon Kecamatan Rembang selama ini dalam proses produksinya masih sebatas barang – barang fungsional rumah tangga seperti cobek, kendil, cemplon, kekeb, pot dan lain – lain yang semuanya masih dilakukan secara tradisional. Meskipun begitu pasaran produknya tidak hanya sekitar Purbalingga saja tetapi juga hingga Pemalang dan Banjarnegara.
Guna mengembangkan ketrampilan dan wawasan tentang grabah, sebanyak 41 orang pengrajin grabah dari Desa Wanogara Kulon Kecamatan Rembang hari Rabu 28 April 2008 dengan didampingi Komisi B DPRD, Disperindagkop, Bappeda, Camat Rembang mengadakan kunjungan ke Sentra Industri Kerajinan Grabah di Kasongan Bantul DIY.
Dari pengamatan selama kunjungan, terlihat jelas bahwa apa yang selama ini dikerjakan oleh para pengrajin grabah dari Wanogara Kulon sudah sangat jauh tertinggal baik dari peralatan, proses produksi dan bahan baku hingga ke design produk grabahnya. Para pengrajin demikian tekun dan berminat saat melihat proses pembuatan grabah di Kasongan ini.
Mukodam, S.Pt Kepala Bidang Perindustrian Disperindagkop Purbalingga mengatakan bahwa kunjungan para pengrajin dari Wanogara Kulon ke Kasongan ini adalah menambah wawasan dan bisa menyerap begitu banyak informasi serta bisa melihat secara langsung bahwa dari bahan yang sama yaitu tanah liat, bisa dibuat aneka macam produk dan jenis model grabah mempunyai nilai tambah.
Menurut Mukodam nilai tambah dari produk kerajinan adalah dimulai dari design hingga ke finishingnya. Karena selama ini bahan baku tanah liat yang begitu banyak ada di Purbalingga khususnya Wanogara Kulon yang selama ini dibuat hanya sebatas gerabah fungsional peralatan rumah tangga yang sebetulnya dapat dibuat begitu banyak aneka produk gerabah yang tetap berfungsi dengan design seni dan proses finishing yang begitu menarik sehingga menaikkan nilai tambah demikian tinggi.
Setelah bertemu dengan beberapa pengrajin di Kasongan dan para buyer / eksportir, para pengrajin dari Wanogara Kulon mendapatkan begitu banyak informasi dan dapat membicarakan kerajinan – kerajinan yang ada di Purbalingga untuk dapat diadakan penjajagan untuk dapat dipasarkan di luar negeri. Sebenarnya sudah banyak hasil kerajinan Purbalingga yang para perajinnya sudah dapat langsung akses dengan buyer / eksportir yang ada di Kasongan ini dan kedepan akan semakin banyak ragam dan jumlah kerajinan dari Purbalingga yang dapat dipasarkan ke luar melalui para eksportir.
Dari kegiatan study banding ini kedepan para pengrajin grabah Desa Wanogara Kulon mengharapkan agar ada tindak lanjut dengan mengadakan program pemagangan terutama untuk kerajinan tanah dari pengolahan hingga finishing. Karena dengan sistim pemagangan akan semakin banyak wawasan dan ilmu tentang pengembangan industri kerajinan grabah khususnya di Desa Wanogara Kulon.(win)  

http://www.purbalinggakab.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1381&Itemid=62

1 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
PINTER, ASIK CARI TEMEN BERGAUL DEH